Informasi Politik dan Mengikuti Berita
Karena analisis politik adalah pemahaman, bukan khayalan, maka tidak mungkin tercapai pemahaman tanpa memperoleh seperangkat informasi yang diperlukan. Informasi yang diperlukan untuk pemahaman politik terbagi menjadi dua bagian: pertama, berita tentang peristiwa-peristiwa yang sedang berlangsung; kedua, informasi yang berkaitan dengan peristiwa tersebut dan yang melingkupinya. Bagian kedua inilah yang kami sebut sebagai informasi politik.
Informasi Politik
Informasi politik adalah informasi yang berkaitan dengan suatu peristiwa dan yang mengitarinya, dari sisi dimensi historis, geografi politik, karakter masyarakat yang terkait dengan peristiwa, negara-negara yang berpengaruh terhadap peristiwa tersebut, serta hubungan antarnegara tersebut. Pembahasan informasi ini bukan bersifat teoritis, melainkan diambil dari sisi yang berkaitan langsung dengan aspek politiknya. Informasi politik yang terkait dengan suatu peristiwa adalah sebagai berikut:
Pertama: Geografi Politik
Letak suatu negara, kondisi geografisnya, serta sumber dayanya sangat memengaruhi politik. Oleh karena itu, semua itu berpengaruh terhadap pemahaman atas peristiwa-peristiwa politik yang terjadi di negara tersebut. Negara yang posisinya terbuka terhadap jalur-jalur perdagangan dunia, posisinya memungkinkan untuk menjalin hubungan dengan berbagai negara, dan hal ini sendiri menjadi faktor yang membantunya menjadi negara besar. Negara yang memiliki karakter geografis penting seperti selat atau terusan laut, posisinya memungkinkan untuk memengaruhi pihak-pihak yang melintasi wilayahnya dan menguasai kekayaan. Apabila negara tersebut memiliki sumber daya besar seperti minyak, emas, mineral tanah jarang, atau uranium, maka potensi kekayaan dan pengaruhnya akan tinggi. Medan wilayah yang terjal juga memungkinkan negara tersebut mempertahankan diri, dan seterusnya.
Kedua: Sejarah
Isu-isu global memiliki dimensi historis yang memberi bayangan pada peristiwa-peristiwa yang terjadi, atau peristiwa-peristiwa itu digerakkan melalui mobilisasi memori sejarah yang dimilikinya. Ketika kita melihat hubungan Eropa–Rusia, harus diperhatikan bahwa hubungan keduanya adalah hubungan permusuhan yang memiliki dimensi sejarah, karena Rusia telah tiga kali diserbu dari gerbang baratnya oleh bangsa Eropa.
Ketiga: Karakter Masyarakat
Arah kebijakan umum suatu negara tidak terlepas dari karakter masyarakatnya. Sebagai contoh, jika masyarakatnya tidak memiliki sifat memikul tanggung jawab terhadap pihak lain dan hanya berfokus pada urusan dirinya sendiri, maka negara tersebut akan cenderung mengambil kebijakan defensif daripada ofensif dan ekspansif. Oleh karena itu, memperhatikan karakter masyarakat menjadi hal yang penting dalam pemahaman politik.
Keempat: Posisi Internasional
Posisi internasional adalah struktur hubungan yang terjadi antarnegara di dunia. Negara-negara yang berpengaruh dalam posisi internasional adalah negara-negara yang memiliki kebijakan luar negeri yang berdampak pada negara lain. Ketika satu atau beberapa kekuatan muncul dengan unsur-unsur yang memungkinkan mereka memengaruhi dunia, maka merekalah yang paling mampu membentuk struktur hubungan tersebut, dan dengan demikian membentuk posisi internasional. Negara yang mampu membentuk posisi internasional adalah negara pertama di dunia, dan negara ini harus diketahui.
Karena suatu peristiwa bisa terjadi di negara selain negara pertama, maka harus diketahui kondisi negara tempat peristiwa itu terjadi, hubungannya dengan negara pertama di dunia, serta sifat hubungan tersebut. Mengabaikan posisi internasional, atau memisahkan peristiwa dari negara pertama di dunia, akan mempersempit sudut pandang dan menghasilkan pemahaman yang keliru, sehingga peristiwa global dipersempit menjadi peristiwa lokal.
Sebagai contoh, terjadi kudeta di Niger pada tahun 2010. Diketahui bahwa Niger berada di bawah pengaruh Prancis dan dieksploitasi untuk penambangan uranium. Kudeta tersebut menjatuhkan agen Prancis, Mohamed Tandja. Saat itu Prancis adalah negara besar yang menguasai Niger, sementara negara pertama di dunia adalah Amerika Serikat, yang sedang berusaha menarik pengaruh dari bawah kaki Prancis di Afrika. Ketika memperhatikan pernyataan-pernyataan Amerika, mereka menyalahkan Mohamed Tandja dan tidak menyerukan pengembalian presiden atau dialog dengan pihak kudeta. Informasi ini menunjukkan bahwa Amerika berada di balik kudeta tersebut.
Kelima: Proyek-Proyek Politik Terkait Negara yang Mengalami Peristiwa
Ketika terjadi konflik di Sudan pada tahun 2023, misalnya, pemahaman atas posisi internasional dan hubungan Sudan dengan negara pertama belumlah cukup. Harus diperhatikan proyek-proyek politik yang dirancang untuk Sudan. Terbayang proyek historis pembagian Sudan sejak masa penjajahan Inggris, ketika pembagian administratifnya dirancang untuk memudahkan pemisahan di kemudian hari. Proyek ini disepakati oleh Barat. Proyek lain adalah proyek modern Eropa untuk mengambil alih kekuasaan Sudan melalui proyek pemerintahan sipil yang memanfaatkan revolusi terhadap Omar al-Bashir. Tidak boleh mengabaikan proyek-proyek ini dalam memahami peristiwa. Jika tidak ada proyek politik, maka kajian mengambil arah yang berbeda.
Keenam: Kondisi Terdekat (Konteks Langsung)
Jika posisi internasional telah dipahami, hubungan dengan negara pertama telah jelas, dan tidak ada proyek politik langsung, maka dilihat kondisi terdekat. Ketika Amerika menghidupkan kembali aliansi dengan Australia, India, dan Jepang pada 2017, sementara tidak memiliki proyek khusus bagi negara-negara tersebut, namun hal ini bertepatan dengan proyek Amerika untuk membendung Tiongkok pada masa pemerintahan pertama Donald Trump, maka aliansi ini dipahami dalam konteks pembatasan Tiongkok.
Ketujuh: Tokoh-Tokoh Pelaku Langsung Peristiwa
Politik dibuat oleh manusia, sehingga harus diperhatikan siapa pelaku langsungnya. Ketika terjadi perang di Gaza tahun 2023 dan perdana menterinya adalah Benjamin Netanyahu, dengan diketahui posisi internasional dan konteks langsung, maka harus diperhatikan sosok Netanyahu: hubungannya dengan AIPAC, dukungannya dari Partai Republik pendukung Trump yang bersaing dengan Joe Biden pada tahun pemilu, proyeknya yang menentang solusi dua negara, usahanya memisahkan Gaza dari Tepi Barat, serta kasus-kasus korupsinya. Semua ini menjelaskan mengapa ia menghambat kesepakatan gencatan senjata dan pertukaran tawanan. Jika perdana menteri adalah tokoh lain yang lebih dekat dengan Amerika, maka perilaku negara akan berbeda.
Kedelapan: Pihak-Pihak yang Diuntungkan
Meneliti pihak yang diuntungkan bermanfaat, namun harus disertai indikasi lain, karena suatu peristiwa bisa menguntungkan banyak pihak—ada yang merencanakannya dan ada yang tidak. Jika hanya bergantung pada ini, pemahaman menjadi rapuh. Inilah informasi yang diperlukan untuk pemahaman politik, dan sebagian darinya akan dibahas lebih rinci.
Mengikuti Berita
Pemahaman politik memerlukan informasi, baik berupa berita peristiwa yang sedang berlangsung maupun informasi politik. Mengikuti berita bukanlah sekadar membaca sepintas, melainkan mengikuti secara sengaja dan terarah. Kata “mengikuti” secara bahasa mengharuskan mengaitkan yang terdahulu dengan yang kemudian. Demikian pula mengikuti berita: mendengarkan dan membaca semua berita, baik yang penting maupun yang sepele, serta bersusah payah mencari informasi yang bermanfaat. Berita yang tampak tidak penting bisa saja mengandung informasi terkait peristiwa.
Pencari berita bisa mencari informasi yang diperkirakan ada, atau sekadar mencari informasi apa pun.
Jika gambaran peristiwa masih belum lengkap, ia mencari sudut yang melengkapinya. Jika gambaran masih sangat awal, ia menelusuri informasi penting apa pun hingga ia mengenali nilainya. Informasi yang diambil adalah yang berkaitan langsung dengan peristiwa, pelakunya, proyek politiknya, atau konteks terdekatnya. Adapun cerita-cerita media untuk meraih penonton, maka ditinggalkan.
Berita yang diikuti bisa berupa berita langsung, artikel deskriptif, atau artikel opini. Seorang politisi harus membedakan mana yang diambil dan mana yang ditinggalkan. Yang diambil hanyalah informasi, bukan analisis atau opini, karena analisis harus dibangun sendiri. Sumber berita adalah media yang kredibel, namun tidak boleh diterima secara mutlak. Perlu memperhatikan kecenderungan media dan gaya bahasanya. Juga perlu memperhatikan penulis yang memiliki kedekatan dengan peristiwa.
Selain itu, wajib mengikuti pernyataan para pelaku langsung peristiwa, khususnya dari negara pertama di dunia. Kontradiksi antara pernyataan dan tindakan harus dianalisis dengan melihat konteks, sasaran audiens, serta kesesuaian dengan proyek politik dan tindakan di lapangan. Penyesatan bisa terjadi melalui ucapan maupun tindakan. Politisi kafir berdusta untuk menyesatkan, sedangkan politisi Muslim tidak berdusta, tetapi melakukan ta‘ridh (pengalihan makna). Rasulullah ﷺ pun pernah melakukan strategi pengalihan arah dalam ekspedisi militer.
Mengikuti berita, menyeleksi yang benar, dan mengambil yang bermanfaat memerlukan latihan terus-menerus hingga terbentuk kemampuan yang mapan. Bersambung…
Oleh : Luqman Harzallah – Palestina
Sumber : Al-waie
